17 January 2018

[Review] Lakmé Absolute Gel Stylish - Red Metal

10:23 am 17 Comments
17 Januari 2018



Hy girls, how are you?
Hope you are good.

Sebenarnya dari sejak kuliah aku udah suka banget pake kutek, kenapa? biar terlihat cantik aja warna-warna kuku di jari-jariku, tapi warna kulitku yang sawo matang ini nggak memungkinkan aku untuk memakai berbagai varian warna kutek, jujur aja aku kesulitan memilih warna kutek yang sesuai dengan warna kulitku. 

Saat ini aku punya 6 kutek dengan merk dan warna yang berbeda tapi kali ini aku mau review tentang kutek terbaruku yaitu Lakmé Absolute Gel Stylish - Red Metal. 

Ada yang belum pernah dengar brand Lakmé?
14 September 2017  di main atrium Grand Indonesia, PT. Unilever Enterprise Indonesia, sister company dari PT. Unilever Indonesia, Tbk secara resmi meluncurkan Lakmé Absolute Reinvent, brand kosmetik professional dan berstandar Internasional yang  mampu memberikan transformasi instant yang glamourous. LAKMÉ Absolute Reinvent menghadirkan High Performance Makeup yang dipercaya dan direkomendasikan oleh para makeup artist internasional dan dipilih oleh para trendsettersJadi bisa dibilang Lakmé baru banget mendarat di Indonesia.

Lakmé Absolute Gel Stylish ini berukuran 15 ml, botolnya cukup besar dan isinya cukup banyak jika dibandingkan dengan kutek pada umumnya yang berukuran 8-10 ml.


Aplikatornya sendiri cukup lebar, mungkin akan sulit diplikasikan bagi pemilik kuku kecil, kebetulan kuku aku panjang dan cukup lebar, jadi aplikator ini cocok banget buat aku. Meskipun lebar, tapi cukup bisa menjangkau sudut-sudut kuku dengan baik.



Teksturnya cukup kental, cukup hanya sekali ulas warnanya langsung menyala dan pigmentasinya bangus banget. Aromanya pun nggak mengganggu sama sekali. Kutek ini bisa dibilang cepat kering, namun kutek yang mbleber ke kulit dan kalau udah kering, agak sulit dibersihkan, sekalipun dengan nail polish remover, usahakan jangan mbleber ke kulit yah.


Hasil akhirnya terlihat shimmery dan ada blink-blinknya yang memberikan kesan glamour, tanpa base dan top coat pun hasilnya udah bagus banget, tapi kalau mau hasilnya lebih awet aku sarankan pakai top coat ya.

Warnanya terlalu mencolok untuk kulitku yang sawo matang ini, but I don't really care, aku suka lipstik dan kutek dengan warna merah untuk memberikan kesan menyala dan tegas hehehe.

Lakmé Absolute Gel Stylish ini bisa didapatkan di store Lakmé ataupun secara online seharga Rp 100.000, cukup mahal ya, bahkan mahal banget. 


Baca juga : Review Make Over Intense Matte Lip Cream 006 Cosmopolitan


Kesimpulan:
(+) Isi cukup banyak
(+) High pigmented
(+) Cepat kering
(+) Aroma nggak mengganggu
(+) Tahan lama

(+) Hasil tampak glossy

(-) Mahal
(-) Jika mbleber ke kulit sulit dibersihkan


Overall aku puas banget sama produk ini, kualitasnya OK banget cuma harganya yang cukup mencekik. Thanks for reading, see you on my next post.



10 January 2018

[Review] Ovale Micellar Cleansing Water - Brightening

9:56 am 21 Comments
10 Januari 2018



Hy girls, aku kembali dengan topik cleanser

Setiap hari tanpa pernah absen aku selalu  pakai milk cleanser dan toner, eye and make up remover setelah itu cuci muka pake facial wash agar kotoran dan bekas make up benar-benar terangkat dari wajahku. Cukup ribet ya, apalagi untuk wanita yang pulang kerja saja sudah malam, cape pula, pasti banyak waktu tersita hanya untuk membersihkan wajah, tapi tenang girls karena sejak awal tahun 2017 sudah banyak sekali bermunculan micellar cleansing water atau pembersih wajah berbahan dasar air yang praktis banget pokoknya.

Berhubung stok cleanser dan tonerku banyak jadi aku telat banget buat review micellar cleanser water ini, nggak apa-apa ya daripada nggak direview hehehe. Ovale memang sudah sangat terkenal produknya di dunia pembersih wajah sejak jaman dulu, tapi bagaimana dengan produk terbarunya Ovale Micellar Cleansing Water? yuk langsung saja kita bahas.


Ovale Micellar Cleansing Water tersedia dalam 2 ukuran yaitu full size 200 ml dan travel size 100 ml. Packagingnya kokoh, pipih dan bening dengan tutup flip top yang sangat praktis dan aman buat travelling.

Baca juga : Wardah Lightening Creamy Foam



Kerena micellar water ini berbahan dasar air, jadi tekstur dan warnanya pun cair dan bening seperti air. Nggak ada aroma sama sekali, jadi nyaman banget digunakan karena nggak takut ada aromanya yang mengganggu.

Sebelum aplikasi ke wajah, aku coba dulu Ovale Micellar Cleansing Water ini ke tangan untuk membersihkan mascara, eyeliner, lipstick, foundation dan eyeshadow.


Satu kali usap ringan, lipstick matte belum bersih.

Setelah berberapa kali usap
Setelah aku coba di tangan, hanya dengan sekali usap bisa membersihkan mascara, eyeliner, foundation dan eyeshadow. Untuk membersihkan lipstiknya diperlukan beberapa kali usap.

Penggunaannya di wajah pun praktis banget, cukup tuang Ovale Micellar Cleansing Water ke kapas dan usapkan ke wajah dan leher, micellar water ini juga diklaim alcohol free jadi bisa juga untuk membersihkan area mata dan bibir, kalau aku, kompres sebentar di kelopak mata agar make up mata terangkat secara maksimal. Oh iya setelah itu nggak perlu bilas ataupun cuci muka, aduh, praktis banget kan ya? hemat waktu, tenaga dan biaya juga pastinya. Apalagi kalau travelling, nggak perlu lagi deh bawa-bawa cleanser, toner, eye and lip remover dan facial wash yang seabreg ini.

Baca juga : Sariayu Pembersih dan Penyegar Kenanga Refreshing Aromatic

Wajah terasa lembut, segar dan lembab setelah pakai micellar water ini. Ovale Micellar Cleansing Water yang warna pink ini diklaim untuk semua jenis kulit, walaupun ada juga yang warna hijau untuk kulit berminyak dan berjerawat. Sebenarnya kulitku cenderung berminyak di zona-T, tapi waktu aku beli micellar water ini yang warna hijau habis, jadi aku coba yang warna pink dan ternyata cocok.



Seperti yang aku share di beberapa postinganku sebelumnya, kalau aku memang nggak suka make up yang berat dan waterproof karena sulit untuk dibersihkan, sampai sekarang aku masih menggunakan make up yang ringan, jadi micellar water ini cocok banget buat aku.

Kesimpulan :
(+) Packaging kokoh dan tutup flip top yang praktis banget
(+) Membersihkan makeup dengan maksimal
(+) Harga terjangkau
(+) Mudah didapatkan
(+) Nggak menyebabkan kulit kering ataupun rasa panas setelah pemakaian
(+) Terdapat 2 ukuran (100 ml dan 200 ml) dan 2 varian (pink untuk semua jenis kulit dan hijau untuk kulit berminyak/berjerawat)

Overall aku suka banget sama Ovale Micellar Cleansing Water ini, apalagi harganya yang terjangkau banget, kurang lebih 32 ribu untuk ukuran 200 ml, dan aku beli waktu lagi diskon jadi 23 ribu, hihihi bahagia banget. Repurchase? of course! Kalau micellar water favorit kalian apa nih girs? yuk share di kolom komentar Thanks for reading, see you on my next post.




3 January 2018

Pengalaman Membeli Rumah dengan KPR Subsidi di BTN

9:55 am 23 Comments
03 Januari 2018





Hello guys, Happy New Year, may 2018 brings only good things for us.

Kali ini aku mau share tentang salah satu resolusi terbesarku tahun 2017 yang goal tepat di penghujung tahun 2017, yups Rumah. Memiliki rumah adalah impian semua orang, apalagi memiliki rumah sendiri sebelum menikah yang dibeli dengan uang sendiri, kebayang kan bahagianya? eits tenang, aku bukan mau pamer, aku cuma mau share tentang KPR dan printilannya.

Sebagai anak kos karena merantau dan mengadu nasib di Jakarta, mencari rejeki lebih tepatnya. Sejak awal aku kos (Februari 2013), pamanku (yang sudah pernah KPR) menyarankan paling nggak ditahun kedua kerja aku mengajukan KPR, agar aku punya rumah sendiri, nggak membuang uang secara percuma untuk bayar kos, dan bodohnya aku nggak mengindahkan saran pamanku itu, terlalu banyak hal yang aku khawatirkan saat itu, diantaranya:


  1. Bayar DPnya pakai apa?
  2. Kalau KPR rumah subsidi berarti jauh dong dari pusat Jakarta, sedangkan aku kerja di Kelapa Gading, yah capek di jalan dong?
  3. Terus aku tinggal sendirian di rumah itu? sementara saat itu aku belum ada rencana menikah dalam waktu dekat? bla bla bla

Ya sudah, intinya aku sama sekali nggak berminat untuk mengajukan KPR saat itu. Akhirnya sampai pada tahun 2016, beberapa temanku memberitahu bahwa mereka sudah punya rumah sendiri dengan cara KPR, jadi apa hasil dari kerja keras mereka di Jakarta? setidaknya mereka punya rumah. Sedangkan aku? zonk! hahahha, miris banget.

Akhirnya aku mulai menghitung, anggaplah aku kos Rp 710.00 / bulan dan aku udah ngekos selama 3,5 tahun atau 42 bulan (sampai pertengahan tahun 2016). Jadi Rp 710.000 x 42 = Rp 29.820.000, segitu banyak uang yang aku keluarkan untuk bayar kos dan apa apakah kosan itu jadi milikku? nggak!! Dari situlah aku mulai berpikir, coba kalau dulu KPR, udah punya rumah, dan nggak perlu membuang-buang uang untuk bayar kos.

Akhirnya mulai pertengahan tahun 2016 aku (dan pacarku) udah mulai terpikir untuk mengajukan KPR dengan harapan ketika kami menikah nanti, kami sudah punya rumah, hal yang kami lakukan pertama kali adalah:


  1. Googling (baca review pengajuan KPR dan cari tau apa saja persayaratanya).
  2. Mengunjungi property fair yang diselenggarakan oleh BTN (setiap 6 bulan sekali kalau nggak salah).
  3. Survey beberpa kantor marketing developer di daerah Bekasi
  4. Survey ke beberapa perumahan KPR subsidi di Bekasi.

Kenapa di Bekasi? Ini pertimbanganku:
  1. Karena sampai saat ini aku kerja di daerah Kelapa Gading dan belum ada rencana pindah kerja, jadi pinggiran kota Jakarta yang terdekat adalah Bekasi.
  2. Ada pamanku di Bekasi, nggak munafik dong ya, kita butuh saudara dekat dimanapun kita hidup hehehe.
  3. Di perumahan pamanku tinggal sama sekali nggak banjir, ini jadi pertimbangan penting banget, nggak lucu kan kalau misal kita punya rumah beberapa lantai tingkat tapi akses jalan banjir?.


Dengan pertimbangan yang sangat matang dan sangat lama, akhirnya baru sekitar bulan Agustus 2017 aku memutuskan melakukan booking untuk 1 unit rumah tipe 22/60 di perumahan Vila Gading Harapan (VGH), Kec. Babelan, Kab. Bekasi, Jawa Barat. Masih satu perumahan dengan pamanku, beda hanya beda blok.

Rumah itu merupakan rumah batalan orang mungkin karena orang itu membatalkan KPR atau mungkin saja dia gagal saat interview KPR, jadi rumah yang sudah dia booking dipasarkan kembali oleh pihak developer, lokasinya di ujung paling belakang dari perumahan tersebut, tapi ya sudahlah, ini kesempatan belum tentu datang 2 kali, semakin lama harga rumah semakin naik. 


Oh iya perlu aku jelaskan sedikit ya guys, di perumahan VGH itu nggak ada rumah ready stock (kecuali batalan orang seperti punyaku), jadi indent 1 sampai 2 tahun, jadi setelah melakukan pembayaran booking fee, selanjutnya akan diproses 1 atau 2 tahun kemudian.

Berikut keterangan waktu untuk proses KPR:
  • Tanggal 06 Agustus 2017,  booking rumah di kantor pemasaran VGH
  • Tanggal 10 September 2017, pembayaran DP di kantor pemasaran VGH
  • Tanggal 21 Oktober 2017, pembayaran biaya proses dansurat-surat di kantor pemasaran VGH
  • Tanggal 15 November 2017, wawancara di BTN Cabang Bekasi, untuk proses wawancara dan apa saja yang ditanyakan, bisa dibaca di sini
  • Tanggal 02 November 2017, pembayaran NJOP dll di kantor pemasaran VGH
  • Tanggal 06 Desember 2017, akad kredit di BTN Cabang Bekasi, untuk proses akad kredit bisa dibaca di sini
Setelah akad kredit, kunci rumah bisa diambil di kantor pemasaran VGH dan tinggal tunggu instalasi listrik dari PLN. Jadi tepat 4 bulan sejak melakukan booking, sah, rumah itu jadi milikku, yippie, Puji Tuhan luar biasa. 

Baca juga : Apa saja syarat untuk mengajukan KPR Subsidi di BTN?

Itulah pengalamanku membeli rumah dengan cara KPR, mudah-mudah memberi gambaran buat teman-teman yang ingin mengajukan KPR juga. Thank for reading, see you on my next post.






Ingin Mengajukan KPR Bersubsidi? Ini Persyaratannya

9:46 am 0 Comments
03 Januari 2018


Setelah aku share tentang KPR bersubdisi dan printilannya, sekarang aku mau share tentang persayaratan untuk KPR bersubsidi.



Maaf gambarnya berantakan dan banyak coretan, sengaja nggak aku hapus coretannya biar nggak lupa, oh iya guys, berikut aku jelasin satu per satu persyaratannya guys, oh iya, persyaratan yang aku jelaskan di bawah ini adalah persyaratan sesuai kondisiku yang masih lajang dengan pekerjaan sebagai karyawan perusahaan swasta, jika kalian PNS ataupun punya usaha sendiri, tentu persyaratannya agak berbeda.

1.  Foto Copy (FC) KTP pemohon dan pasangan
     Jika kalian masih lajang seperti aku, cukup KTP kalian sendiri aja.

2.  FC Kartu Keluarga
    Ada satu hal cukup lucu yang kemarin ditanyakan oleh orang tua dari anak yang akan mengajukan KPR, "lho bikin KKnya gimana? kan anak saya belum menikah?" hahaha sepontan semua orang yang mendengar langsung tertawa, ya menertawakan bapak yang melontarkan pertanyaan seperti itu. Nggak perlu menikah dulu kalau mau buat KK, toh setiap anak pasti namanya sudah tercantum di KK orang tuanya kan?.

3.  FC Surat Nikah dan Cover
      Khusus yang sudah menikah.

4.  Pas Foto Suami Istri terbaru 3X4
      Kalau masih lajang seperti aku, cukup foto sendiri aja yah guys, jangan foto berdua sama tukang fotonya loh hahahaha.

5.  FC NPWP Pribadi dan SPT 21
     SPT 21 adalah  surat yang oleh wajib pajak (perusahaan) digunakan untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak (karyawan). SPT 21 ini untuk diserahkan dan dilaporkan ke kantor pajak dan karyawan juga dikasih salinannya untuk lapor SPT pribadi tahunan.  Hampir semua karyawan yang bekerja di perusahaan swasta punya NPWP, tapi nggak semua perusahaan lapor pajak karyawan, sehingga karyawan nggak dapat SPT 21 dari perusahaan. 

6.  FC Tabungan Batara
    Pemohon wajib buka tabungan Batara / BTN jika bank yang digunakan untuk KPR adalah BTN dengan minimal dana untuk buka rekening adalah Rp 200.000.

7.  FC Tabungan yang digunakan untuk transfer gaji 3 bulan terakhir
     FC mutasi rekening yang dipakai untuk transfer gaji, hal ini dibutuhkan oleh pihak bank untuk verifikasi jumlah gaji yang kita terima setiap bulannya. Bagaimana jika gajian diberikan secara tunai? sepertinya bisa digantikan dengan surat keterangan gaji per bulan dari perusahaan.

8.  FC Kartu Pegawai dan Jamsostek
   ID card karyawan ataupun jamsostek. Banyak karyawan yang nggak punya ID card ataupun jamsostek, hal ini sepertinya bisa digantikan dengan kartu nama dari perusahaan, dan menurutku syarat ini nggak bersifat mutlak, sehingga bisa diskip.

9.  Surat Keterangan Karyawan Tetap
   Surat Keterangan Karyawan Tetap asli yang menyatakan bahwa kita adalah karyawan tetap di perusahaan tempat kita bekerja.

10.Slip Gaji 3 bulan terakhir
  Selain FC mutasi tabungan yang digunakan untuk transfer gaji, slip gaji asli juga diperlukan untuk cross check data keduanya. Oh iya, syarat untuk mengajukan KPR bersubsidi adalah gaji pokok Rp 3.000.000 - Rp 4.000.000 saja guys, kalau gaji pokok kalian misal Rp 3.500.000 plus uang makan, uang transport, tunjangan, dll dan setiap bulannya kalian menerima Rp 10.000.000 nggak masalah, atau misal kalian punya bisnis online, ngojek online ataupun usaha sampingan lainnya yang menghasilkan income yang besar juga nggak masalah guys, toh itu hanya usaha sampingan kan? yang diperhitungkan hanya gaji pokoknya saja kok.

11. FC NPWP / SIUP Perusahaan
      Banyak juga perusahaan yang nggak mau memberikan berkas-berkas perusahaan seperti ini ke karyawan, apa solusinya? maaf untuk hal ini aku kurang tau jawabannya.

Masih ada beberapa syarat mutlak yang belum tercatat di atas yaitu surat keterangan belum memiliki rumah (asli) dari kelurahan, KPR bersubsidi adalah program pemerintah untuk orang-orang dengan penghasilan cukup yang belum memiliki rumah, jadi kalau kamu sudah punya rumah, jangan harap bisa dapat KPR subsisi ya guys.

Bagi kalian yang merantau atau anak kos seperti aku, kalian wajib minta surat keterangan domisili dari kecamatan alamat tempat tinggal kamu yang menyatakan bahwa kamu tinggal di tempat tersebut.

Adapun syarat-syarat lainnya adalah:
1. Warga negara Indonesia
2. Berusia 21 tahun keatas atau sudah menikah
3. Belum memiliki rumah
4. Memiliki jejak rekam yang baik di bank

Itulah beberapaa persyaratan KPR bersubsidi, mudah2an cukup membantu teman-teman yang ingin mengajukan KPR bersubsidi. Thanks for reading, see you on my next post.





Proses Akad Kredit di BTN

9:42 am 0 Comments
 03 Januari 2018

Akad kredit adalah puncak atau bagian paling penting dalam proses KPR. Ngapain aja akad kredit itu? yuk kita cari tau.

Seperti yang sudah aku sampaikan di postinganku sebelumnya, proses akad kredit ini dilakukan setelah lolos seleksi dan wawancara ya guys, oh iya satu lagi, proses akad kredit ini juga dilakukan setelah kita melunasi DP dan printilan biaya lain-lain, jadi kalau biayanya belum lunas, jangan harap bisa dipanggil untuk akad kredit.

Layaknya seperti wawancara, akad kredit juga dilaksanakan secara bersamaan dengan pemohon lain dari pengembang yang sama, aku juga bertemu lagi dengan pemohon lain yang sebelumnya sudah ketemu saat wawancara.




Sebelum akad, kita akan dimintai 24 lembar meterai Rp 6.000, kebayang nggak kita akan tanda tangan berapa puluh kali? 30? atau 40? Jadi jangan lupa siapkan pena ya.

Aku dapat jadwal akad kredit tepat 3 minggu setelah wawancara. Pukul 13.00 WIB di BTN Cabang Bekasi, tempat yang sama saat aku wawancara. Pukul 12.30 WIB aku sudah sampai di TKP dan OMG, ruangan sudah ramai, ternyata ada 3 pengembang yang melakukan akad kredit hari itu.

Tanda tangan berkas dengan pengembang
Kayaknya amazing banget ya kalau acara di Indonesia ini berlangsung ontime? yups, acara ini juga molor dan baru mulai sekitar pukul 14.15 WIB. Prosesnya dimulai dengan tanda tangan segudang berkas dengan pihak pengembang, seperti perjanjian kredit dan lainnya, aku lupa berapa puluh kali tanda tangan. Namaku dipanggil nomor 3 terakhir, OMG, capek cyin nunggunya.

Tanda tangan perjanjian kredit dengan notaris
Setelah selesai tanda tangan dengan pihak pengembang, kemudian antri lagi untuk tanda tangan dengan pihak notaris mengenai perjanjian jual beli.



Pengarahan dari pihak bank
Oke setelah selesai tanda tangan dengan pihak notaris, selanjutnya adalah pengarahan dan pesan-pesan dari pihak bank seputar KPR.

Tanda tangan dengan pihak bank
Dan tara, proses terakhir yaitu tanda tangan dengan pihak bank dan kita dinyatakan sah sebagai debitur KPR BTN. Puji Tuhan namaku dipanggil pertama, jadi nggak pakai nunggu lagi.

Setelah selesai tanda tangan dengan pihak bank, debitur sudah diperbolehkan pulang, dan aku langsung meninggalkan BTN, sekitar pukul 17.55 WIB, kebayang nggak kalau aku dipanggil terakhiran lagi? bisa bisa selesai pukul 19.00 WIB.


 Baca juga : Ingin Mengajukan KPR Bersubsidi? Ini Pertimbangannya









Note:
  1. Saat tanda tangan dengan pihak pengembang dan notaris, kita nggak diberi waktu untuk membaca dulu berkas apa yang kita tanda tangani, paling hanya cek ejaan nama saja, jadi banyak-banyak berdoa saja, mudah-mudahan nggak ada kekeliruan, karena bagaimanapun kita sudah tanda tangan di atas meterai yang kekuatan hukumnya sangat tinggi.
  2. Selama proses akad yang memakan waktu sampai 6 jam, suasana di dalam ruangan seperti di pasar, berisik, panas, banyak anak-anak nangis dll, udah gitu aku nggak dapat tempat duduk, jadi usahakan jangan pakai high heels yah girls.
  3. Setelah akad kredit, kita harus ambil berkas-berkas yang sudah kita tanda tangani tadi di kantor pengembang, kurang lebih seminggu kemudian.
Meskipun capek luar biasa, tapi seneng banget karena proses KPR sudah selesai, tinggal mikirin cicilannya perbulan dan renov rumah tentunya hehehe. Thanks for reading, see you on my next post.


Pengalaman Wawancara KPR di BTN, Ternyata Sangat Mengejutkan

9:38 am 0 Comments
03 Januari 2018

Wawancara merupakan bagian yang paling penting saat mengajukan KPR dan kali ini aku mau share tentang pengalaman saat wawancara di BTN Cabang Bekasi.

Pihak pengembang memberitau bahwa aku harus sampai di BTN sebelum pukul 09.00 WIB okelah, karena saking semangatnya aku nyampe di BTN pukul 07.20 WIB hihihi. 

Karena sebelumnya aku baca review dan pastinya tanya ke teman-temanku yang sudah pernah wawancara KPR juga, mereka mengatakan nunggunya bisa sampe seharian, ngantrinya nglebihin ngantri sembako, alhasil aku bawa segudang senjata untuk menghindari kebosanan menunggu seperti semilan, roti, minum, buku bacaan dan beberapa film di tabletku. 


Kami (aku dan beberapa peserta wawancara lainnya) baru diperbolehkan masuk ke BTN lantai 3 tepat pukul 08.00 WIB. Kami nunggu petugas dari pihak pengembang sampai pukul 09.00 WIB.


Setelah petugas dari pengembang datang mereka melakukan cross check data dan pembagian snack terlebih dahulu satu per satu peserta, alamak, pesertanya ratusan. Sampailan pukul 10.30 WIB, acara diawali dengan sedikit sambutan dari pihak bank tentang gambaran umum KPR. Akhirnya wawancara dimulai pukul 11.00 WIB.


Pewawancara berjumlah 4 orang, dan aku lihat wawancara berjalan sangat singkat. Setelah beberapa menit, tiba giliranku untuk diwawancarai, aku dapat pewawancara yang cukup ramah ganteng pula

Berikut pertanyaan yang ditanyakan saat wawancara:
1.    PT Mitra XXX (kantor tempatku bekerja) bergerak dibidang apa?
2.    Jumlah Karyawannya berapa?
3.    Disini kos ya?
4.    Sanggup bayar cicilan berapa per bulan?
5.    Ada utang atau tanggungan lain nggak?



Wawancara berlangsung singkat dan santai selama kurang dari 3 menit, (padahal aku nunggunya 3 jam). Mungkin karena ngliat data untuk syarat-syaratnya lengkap (dan rapi tentunya) jadi nggak menimbulkan banyak pertanyaan.

Setelah selesai wawancara aku shock banget pastinya, wawancara yang udah aku persiapkan sedemikian rupa ternyata berjalan santai tapi nggak kayak di pantai ya, OMG, tepok jidat. Mungkin ini kemudahan yang Tuhan kasih buat aku. Awalnya aku kira wawancara untuk KPR di BTN itu akan jauh lebih menegangkan dari wawancara kerja tapi ternyata aku salah guys, salah banget, mungkin aku terlalu parno. Yups, pukul 11.30 WIB aku sudah bisa pulang dengan bekal senjataku yang masih utuh hihihi.

Jadi, maaf seribu maaf aku nggak bisa ngasih tips atau saran apapun untuk teman-teman yang mau wawancara KPR juga, karena yang aku alami juga belum tentu akan teman-teman alami, yang penting doa dan usaha semaksimal mungkin, selebihnya Tuhan yang atur, loh malah ceramah. Thanks for reading, see you on my next post.

Ingin Mengajukan KPR Bersubsidi? Ini Pertimbangannya

9:36 am 0 Comments
03 Januari 2018

Hy guys, kali ini aku mau membahas topik yang belum pernah aku bahas sebelumnya di blogku, yups tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dan kali ini aku mau share tentang hal apa aja yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk resign dari kantor, ups untuk mengajukan KPR maksudnya, yuk simak!

1. Lokasi Yang Tepat

Lokasi menurut aku menjadi pertimbangan yang sangat penting sebelum memutuskan untuk melaukan KPR. Sebelum membeli rumah, aku saranin teman-teman sudah tahu / survey ke lokasi perumahan yang akan dibeli. Lokasi rumah berkaitan dengan akses transportasi umum, fasilitas umum, bebas banjir dan sebagainya. Apalagi rumah KPR Subsidi kebanyakan lokasinya di pinggiran daerah yang agak jauh dari pusat kota.

Lokasi rumah harus strategis, misalnya saja jarak yang terjangkau ke tempat kerja, sekolah, rumah sakit, pasar, tempat ibadah atapun transportasi umum. Lokasi yang nggak strategis akan membuat teman-teman menyesal kemudian hari.

2. Pengembang

Banyak sekali calon debitur yang nggak mempertimbangkan dan nggak mau cari informasi tentang pengembang. Reputasi pengembang sangatlah penting. Jangan sampai udah booking 1 unit rumah dan sudah bayar DP ternyata rumahnya nggak dibangun, karena alasan IMB sulit ataupun sertifikat kepemilikan yang nggak jelas. Carilah pengembang yang sudah memiliki nama baik, hal ini bisa ditanyakan kepada orang-orang yang sudah lunas dalam melakukan KPR. 

3. Harga Pasar

Setelah lokasi dan pengembang OK, yang selanjutnya adalah harga pasar. Harga tersebut menentukan berapa jumlah yang akan kita bayar diawal ataupun selama masa cicilan, jangan mudah tergiur dangan embel-embel harga murah, harus teliti dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.


Misal kita sering melihat selebaran ataupun spanduk di pinggir jalan untuk KPR bersubsidi dengan uang muka 7,5 juta, jangan langsung tergiur ya, itu hanya uang mukanya saja, masih ada biaya lain-lain (yang cukup besar) dan kita bisa keluar sampai 25 juta sampai dengan serah terima kunci.

Pemerintah biasanya sudah menetapkan DP dan harga rumah untuk KPR, tapi untuk jumlah biaya proses, notaris, pajak, kelebihan tanah, letak rumah dan sebagainya tergantung kebijakan pihak pengembang.


4. Bank Penyedia KPR

Hal ini juga hal penting yang harus diperhatikan, kebanyakan pengembang untuk rumah bersubsidi bekerja sama dengan BTN, tapi banyak juga yang membebaskan kita untuk memilih bank sendiri. 


Pilihkan bank yang terpercaya dan memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia. Selain itu perhatikan juga reputasi bank, serta syarat dan ketentuan dalam menyediakan KPR, seperti suku bunga, angsurang flat atau mengikuti suku bunga pasar, jangka waktu cicilan, asuransi dan sebagainya.

5. Jangka Waktu Cicilan

Hal terakhir yang nggak kalah penting untuk diperhatikan adalah jangka waktu cicilan. KPR bersubsidi yang ditawarkan oleh bank biasanya berkisar antara 10-20 tahun. Pertimbangkan jangka waktu cicilan sesuai dengan kemampuan finansial. Membayar cicilang dengan jangka waktu cepat memang akan menekan biaya bunga, tapi besar juga jumlah yang harus dibayarkan setiap bulannya, sedangkan mengambil cicilan dalam jangka waktu lama meringankan saat membayar cicilan perbulannya, tapi akan sangat besar jumlah bunga yang dibayarkan.


Itulah beberapa hal ang harus dipertimbangkan matang-matang sebelum mengajukan KPR bersubsidi, 1 hal saja diremehkan, akan menyesal selamanya hehehe. Mudah-mudahan cukup membantu buat teman-teman yang ingin mengajukan KPR bersubsidi. Thanks for reading, see you on my next post.




22 December 2017

[Review] Natur-E Daily Face Cream

11:45 am 17 Comments
22 Desember 2018



Face Cream atau pelembab wajah merupakan salah satu make up yang aku pakai setiap hari, apalah artinya powder tanpa pelembab hehehe, so kali ini aku mau review Natur-E Daily Face Cream, ini adalah merk pelembab kedua yang pernah aku pakai, selama ini aku pakai Wardah Lightening Day Cream dan kali ini aku pengen coba merk lain, siapa tau aja hasilnya lebih bagus.


Natur-E yang biasa kita kenal sebelumnya dengan produk Natur-E Natural Vitamin E 100 IU, akhirnya meluncurkan terobosan baru yaitu Natur-E Daily Face Cream, Natur-E Daily Nourishing Lotion Hand and Body dan produk terbarunya Natur-E Face Mist, wah lama-lama Natur-E ngeluarin kosmetik lengkap kali ya hehe.





Packaging dengan kotak cantik dengan warna khas Natur-E yaitu putih dan hijau. Sisi depan transparan sehingga terlihat kemasan botol tube dengan tutup ulir. Kemasan berisi 50 ml, standar seperti face cream pada umumnya.


Teksturnya cukup creamy berwana kehijauan dengan butiran warna hijau yang diklaim bahwa itu adalah vitamin E. Aromanya cukup menyengat, sama seperti Natur-E Daily Nourishing Lotion Hand and Body yang hijau, bagi yang nggak suka aroma menyengat mungkin aroma ini cukup mengganggu, tapi tenang setelah kering juga aromanya hilang kok.



Formulanya cepat meresap ke kulit wajah dan cepat kering juga, jadi agak sulit kalau mau aplikasi BB cream ataupun foundation, paling aman langsung aplikasikan powder setelahnya. Setelah kering wajah terasa agak kencang seperti pakai masker tapi cuma sebentar kok. Formulanya ringan dan nggak panas di wajah, wajah jadi lebih kenyal dan lembab.

Kulit wajahku tergolong normal to oily on T-zone area, biasanya kalau siang hari T-zone area di wajahku udah kayak kilang minyak, tapi pelembab ini cukup mengurangi minyak di wajahku. Oh iya, aku cuma pakai produk ini pagi hari sebelum makeupAku beli Natur-E Daily Face Cream ini di Hypermart seharga Rp 27.800 dan lagi promo jadi Rp 20.850.

Kesimpulan:
(+) Harga cukup murah
(+) Wajah jadi kenyal
(+) Wajah lembab dan minyak berkurang
(+) Kemasan tube sangat praktis


(-) Aroma cukup menyengat
(-) Produk masih sulit ditemukan di pasaran
(-) Kemasan cuma 1 ukuran
(-) Cepat kering, susah kalau mau aplikasi BB Cream atau Foundation


Overall produk ini masih aman untuk wajahku. Repurchase? Yes. Kalau face cream andalan kalian apa nih girls? share yuk di kolom komentar. Thanks for reading, see you on my next post.